by

ZIARAH KE MAKAM HABIB NOH AL-HABSYI DI SINGAPORE

Sebuah makam yang berada di antaran gedung-gedung pencakar langit di Singapore, tepatnya di jl. Palmerah di atas gundukan tanah berupa bukit kecil. Di situlah terbaring jasad Habib Noh bin Mohammad Al-Habsyi seorang ulama besar di Singapore. Gundukan tanah sebagai tempat pemakaman dari Habib Noh sudah beberapa kali akan digusur dengan alasan untuk dipindahkan ke Malaysia tempat Habib Noh berasal. Usaha ini sia-sia belaka, karena alat-alat berat yang dikerahkan tidak ada yang sanggup untuk membongkar makam tersebut. Siapakah sebenarnya Habib Noh ini? Anda penasaran dengan keistimewaan Habib yang satu ini? Penasaran Anda dan saya akan terjawab di catatan perjalanan ini bersama BM SIN-KUL 2020 IAINU Kebumen berikut ini.

Makam Habib Noh Di Bukit Palmerah

Habib Noh bin Mohammad Al-Habsyi yang biasa dipanggil Habib Noh datang ke Singapore dari Kedah semenanjung Malaysia. Semasa hidupnya Habib Noh sangat memperhatikan anak-anak serta orang miskin. Beliau amat dicintai oleh orang-orang yang mengenalnya. Habib Noh juga rajin berziarah kubur, berdoa untuk mereka yang sudah meninggal meskipun beliau tidak mengenalnya secara pribadi.

Seorang sufi yang tidak menonjolkan dengan memakai sorban, tetapi berpenampilan biasa. Tidak mengherankan jika seorang seperti Habib Noh, pendakwah yang banyak beramal, dianugrahi kemampuan istimewa. Banyak yang percaya Habib ini memiliki kemampuan untuk menghilang dan terlihat berada di beberapa tempat pada waktu yang sama. Konon ketika Beliau berada di Singapore ada beberapa orang pada saat yang sama melihatnya sedang berdoa di Masjidil Haram Mekah, Arab Saudi.

Kelebihan yang muncul dari rasa cintanya terhadap anak-anak, pernah Beliau menyembuhkan luka kaki seorang anak hanya dengan meletakkan tangannya di atas luka tersebut sambil berdoa. Hanya dalam beberapa saat, si anak itu dapat berlari kembali. Bahkan dikisahkan bahwa Habib Noh pernah menembus hujan badai untuk menyembuhkan anak yang sakit, tetapi jubah Beliau tetap kering. Ini hanya beberapa keistimewaan yang dimiliki Habib Noh. Masih banyak kisah-kisah tentang Habib Noh yang menunjukkan keistimewaannya.

Makam Yang Dikeramatkan Diantara Gedung Pencakar Langit Singapore

Meskipun Habib Noh telah wafat pada tahun 1866 dalam usia 78 tahun, tinggal makamnya yang dikeramatkan ada sebuah keajaiban yang diingat penduduk Singapore. Ketika perang dunia II, sebuah bom menghancurkan area di gunung Palmerah, termasuk pemakaman yang ada di sini. Tetapi sungguh ajaib, makam Habib Noh tetap berdiri tegak seakan tak tersentuh sama sekali.

Ziarah di makam Habib Noh

Rombongan kami sampai di kompleks makam Habib Noh bertepatan saat adzan maghrib di masjid Shaleh berdekatan dengan kompleks pemakaman. Bertepatan dengan hari Kamis malam Jumat 30 Januari 2020. setelah shalat maghrib dilanjutkan Yasinan dan tahlilan sekaligus berziarah ke makam Habib Noh.  Ada 39 anak tangga dari masjid Shaleh menuju bukit tempat makam Habib Noh.

Setelah selesai ziarah, rombongan kami akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Kami mendapat sedekah berupa nasi lengkap dengan lauknya. Ini rejeki bisa untuk isi perut dalam perjalanan ke Malaysia. Direncanakan masuk wilayah perbatasan Singapore-Malaysia menjelang tengah malam, sementara rumah makan untuk makan malam kami masuk wilayah Malaysia.

 

Menikmati nasi sodaqoh dari masjid Shaleh ( Masjid di kompleks makam Habib Noh)

Wilayah perbatasan ini selalu sibuk pada jam berangkat kerja pagi hari, dan jam pulang kerja pada sore hari. Ada sekitar 4500 pekerja dari Malaysia yang bekerja di Singapore yang harus cek keimigrasian pada waktu berangkat dan pulang kerja. Bisa dibayangkan betama sibuknya wilayah perbatasan ini pada pagi dan sore hari.

Kami bersiap melanjutkan perjalanan ke Malaysia setelah beristirahat di rest area sebelum perbatasan, langsung lanjut menuju restoran Malaysia untuk makan malam. Bagaimana menu makanan restoran Malaysia? Bagaimana rasanya? Yang jelas banyak kejutan di situ. Tunggu catatan perjalananku berikutnya.

 

Bersambung

About Author: Wartini, S.Pd. Bio

Avatar
Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Comment

News Feed