by

VERTIKULTUR KETIKA LAHAN SEMPIT MENJADI SEBUAH TANTANGAN

Vertikultur merupakan sistem bercocok tanam secara bertingkat. Seperti ibaratnya rumah susun, bercocok tanam secara bertingkat ini bisa menjadikan halaman rumah yang sempit bahkan mungkin tidak memiliki halaman sekalipun, tetap bisa mernanam berbagai tanaman sayuran. Sistem vertikultur ini sangat cocok bagi masyarakat perkotaan yang tinggal di perumahan padat.

Namun, masyarakat yang tinggal di pedesaan juga tetap bisa melakukan bercocok tanam seperti ini. Karena selain dapat memberikan hasil berupa sayuran organik, bercocok tanam secara vertikultur juga bisa membuat halaman rumah menjadi lebih asri dan indah.

 

Berbagai Jenis Vertikultur Yang Bisa Menjadi Pilihan Anda Untuk Memulai Bercocok Tanam Ala Urban Farming.

Bercocok tanam secara vertikultur bisa menggunakan berbagai wadah yang bisa ditempatkan dengan berbagai cara. Cara penempatan wadah ini yang melahirkan berbagai jenis vertikultur. Ada vertikultur tegak, vertikultur tempel, dan vertikultur bersusun. Jenis-jenis vertikultur yang bisa Anda pilih untuk bercocok tanam disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Teknik Vertikultur

Vertikultur Tegak

Vertikultur tegak merupakan cara bercocok tanam secara tegak, biasanya menggunakan batang bambu atau paralon berukuran 4 inci atau lebih. Batang bambu atau paralon yang digunakan ini berfungsi sebagai penopang wadah tanam.

Selain sebagai penopang wadah tanaman, paralon juga bisa digunakan sebagai wadah tanam, paralon atau bambu juga bisa digunakan sebagai wadah tanam secara langsung.

Vertikultur Tegak

Berikut cara mudah membuat membuat vertikultur tegak dari bahan paralon. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Beri titik menggunakan spidol permanen setiap 20 cm. Lubangi sepanjang 10 cm dengan menggunakan gergaji besi. Beri jarak secukupnya di antara lubang tersebut.
  2. Panaskan bagian atas lubang dengan bantuan api kompor hingga lapisan paralon mulai lembek.
  3. Ketika paralon masih lembek, tekan ke arah dalam hingga membentuk lubang tanam. Tahan beberapa saat hingga paralon mengeras kembali. Lakukan hal yang sama untuk membuat lubang tanam yang lainnya.
  4. Siapkan ember bekas untuk dudukan bagian bawahnya. Letakkan paralon di bagian tengahnya, lalu kuatkan dengan adukan semen. Biarkan beberapa hari hingga semen kering.

 

Vertikultur Tempel

Vertikultur tempel adalah istilah yang digunakan untuk sistem bercoccok tanam yang penempatan wadah tanamnya ditempel di dinding atau pagar. Wadah tanam yang digunakan bisa berupa talang air, pot tempel, atau wadah-wadah bekas seperti botol bekas air mineral.

Vertikultur Tempel

 

Vertikultur Bersusun

Istilah vertikultur bersusun digunakan untuk sistem bercocok tanam yang penempatan wadah tanamnya disusun berjenjang ke atas menggunakan kerangka atau dudukan. Kerangka atau dudukannya bisa dibuat dari bambu atau besi.

Wadah tanaman yang digunakan bisa berupa talang air, paralon yang dibuang sebagian sisinya, pot atau polibag berbagai ukuran dan wadah-wadah bekas. Vertikultur bersusun juga bisa dibuat dengan menyusun bata merah.

Vertikultur Bersusun

About Author: Wartini, S.Pd. Bio

Avatar
Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Comment

News Feed