Ingin Belajar Menulis Buku? Yuk, Simak Tips Berikut!

Gambar : https://www.vskills.in/certification/blog/creative-writing-2/

Menuliskan buku yang berkualitas dan menarik pembaca adalah goals dari setiap penulis. Ketika naskah yang kita tulis dapat bermanfaat bagi banyak orang, tentu merupakan kepuasan tersendiri. Terlebih untuk seorang penulis profesional, naskah yang baik akan mudah diterima oleh penerbit. Kamu ingin mulai menulis sebuah buku? Yuk! Simak ulasan berikut.

Penulisan naskah

Langkah pertama dalam membuat naskah tentu menuliskannya dalam sebuah tulisan berbentuk draft. Tentukan terlebih dahulu tema yang akan kamu tuliskan. Akan lebih efektif jika pertama kali menuliskan naskah, tuliskan apa saja yang ada di dalam pikiran tanpa memperhatikan ejaan, tata bahasa, tanda baca, dsb. Ide yang mengalir harus segera di tangkap. Tuang semuanya ke dalam tulisan. Kemudian barulah melangkah ke step berikutnya.

Editing

Proses editing atau penyuntingan naskah adalah hal yang krusial agar naskah yang kita tulis lebih berkualitas. Setelah menuliskan semua ide yang ada di pikiran, kita baca kembali naskah kita. Kemudian kita perbaiki typo, tanda baca yang kurang tepat dan ejaan yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang benar. Maka dari itu seorang penulis hendaknya memahamai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) atau yang sekarang kita sebut PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).

Revisi

Tahap revisi ini berfungsi sebagai peninjauan kembali. Naskah yang sudah selesai kita edit, kita baca kembali dari awal. Kemudian kita dapat menambahkan atau mengurangi bagian kalimat yang tidak sesuai atau ambigu. Tulisan yang ambigu dapat menyebabkan kesalahpahaman pembaca. Atau bahkan pesan yang ingin kita sampaikan tidak dapat ditangkap oleh pembaca. Ini merupakan kesalahan yang fatal. Oleh karenanya, membaca ulang naskah kita sangat penting dilakukan.

Apa pentingnya editing?

Mengedit atau menyunting naskah memang bukan tugas utama seorang penulis. Biasanya ketika kita akan mengirimkan naskah ke sebuah penerbit, ada tim editor yang akan menyunting. Namun akan lebih baik jika kita tetap memperhatikan tulisan kita. Bukankah ketika naskah kita sudah baik, akan lebih mudah penerbit menerima tulisan kita? Maka dari itu, proses self editing sangat krusial. Tulisan yang baik juga akan menunjukkan kualitas kita sebagai seorang penulis.

Apa saja yang perlu di edit?

Proses editing umumnya terbagi menjadi dua. Yaitu editing secara kalimat dan editing secara aksara. Editing secara kalimat berfungsi agar tulisan kita lebih menarik dan tidak membosankan untuk dibaca. Khususnya untuk paragraf pertama dalam tulisan. Paragraf pertama adalah bagian pertama yang akan dibaca oleh pembaca. Dalam penulisannya, ketika paragraf pertama tidak menarik, tentulah pembaca tidak akan berminat melanjutkan ke kalimat – kalimat berikutnya. Pemilihan kata atau diksi yang tepat sangat perlu mendapat perhatian supaya ide dan pesan dapat tersampaikan secara apik.

Yang kedua, adalah editing secara aksara. Tulisan yang banyak typo juga dapat menimbulkan kesalahpahaman pembaca. Ini sangat berbahaya. Bukankah tujuan kita menulis adalah untuk menyampaikan pesan moral kepada pembaca? Lalu apa jadinya ketika pembaca salah dalam memahami pesan yang kita sampaikan?

Penutup

Sebagai seorang penulis, membaca dan meninjau kembali naskah kita sangat penting dilakukan agar pesan tersampaikan dengan baik. Oleh karenanya, kerja seorang penulis tidak sesederhana itu. Namun butuh ketelitian, keuletan dan semangat untuk terus meningkatkan kualitas tulisannya. Tulisan yang berkualitas juga akan menunjukkan reputasi kita sebagai seorang penulis di mata para pembacanya.

Bagaimana? Mudah bukan tipsnya? Yuk! Mulai menulis dan semangat menebar inspirasi!

Salam hangat. ^^

 

By Putri Rahayu

Putrinya ibuk, yang ingin belajar menulis.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *