SUDUT PANDANG YANG BERBEDA TENTANG MANFAAT DRINGO-BENGLE (SAMBETAN)

Sambetan istilah orang Jawa terutama daerah Banyumas, kalau daerah lain menyebutnya sawanan adalah ramuan herbal kepercayaan masyarakat Jawa yang terkadang ditambah dan dibumbui dengan kepercayaan tahayul, dipercaya bisa untuk menangkal berbagai macam penyakit dan bala’. Contoh: ibu yang melahirkan, anak kecil yang demam, orang yang bepergian, ada orang yang meninggal.

Ramuan sambetan iu terdiri dari: dringo bengle sebagai unsur utama, terkadang ada yang ditambahi kunyit, jahe, bawang putih. Kalau dilihat dari unsur utama untuk membuat sambetan itu adalah dringo bengle maka saya akan membahas masalah ini dari kandungan zat dan manfaat dringo bengle dari sudut pandang manfaat bagi kesehatan secara ilmiah.

Kandungan Zat Dan Manfaat Dringo Bagi Kesehatan

Tanaman berbatang pendek, berbentuk ramping. Pertulangan daun sejajar dan memiliki aroma kuat. Tumbuhannya mirip rumput, tetapi tinggi dan menyukai tanah yang basah. Daun dringo memiliki kandungan senyawa berupa saponin, flavonoid, serta minyak atsiri. Selain beberapa senyawa tersebut daun dringo memiliki bioaktivitas seperti anti jamur, anti implamasi, anti celluler, anti ulkus, anti oksidan.

Manfaat daun dringo bagi kesehatan disertai resep praktis cara membuatnya dan penggunaannya.

Manfaat daun dringo:

  1. Obat penenang
  2. Menjaga kesehatan lambung
  3. Meredakan nyeri
  4. Sebagai obat rematik
  5. Mengatasi stroke
  6. Menyembuhkan flu
  7. Mengatasi diare
  8. Mengobati cacing
  9. Mengobati penyakit kuning (hepatitis)
  10. Sebagai obat penyakit kudis
  11. Mengatasi ayan
  12. Mengatasi bengkak
  13. Mengobati tetanus
  14. Mengatasi perut kembung
  15. Mengatasi bisul
  16. Meningkatkan nafsu makan
  17. Meningkatkan imunitas tubuh

 

Kandungan Zat Pada Bengle Serta Manfaatnya Bagi Kesehatan

Bengle adalah salah satu tanaman anggota suku jahe-jahean(Zingiberaceae). rimpangnya dimanfaatkan sebagai obat. Dalam pemanfaatannya bengle sebagai obat sering dikaitkan dengan tanaman dringo yang dibuat ramuan dringo-bengle (sambetan).

Rimpang bengle mengandung mineral, albuminoid, lemak, getah yang pahit, dan asam-asam organik. Efek farmakologi rimpang ini adalah penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expektoran), pembersih darah, pencahar dan obat cacing(fermifuge)

Tanaman Bengle

Beberapa resep penggunaan bengle untuk pengobatan antara lain:

  1. Untuk obat demam dan masuk angin.
  2. Obat sakit kepala karena demam
  3. Mengobati perut kembung

Manfaat Sambetan, Antara Tradisi dan Sudut Pandang Ilmiah

Pada tradisi orang Jawa bahwa sambetan bisa mengusir roh jahat pada jaman dulu, tetapi sekarang sudah mulai ditinggalkan, tetapi masih ada sebagian masyarakat Jawa mempertahankan tradisi ini. Hanya sekarang tradisi sambetan ini diimbangi dengan pandangan secara ilmiah tentang manfaat bahan-bahan untuk membuat ramuan sambetan ini.

Ramuan dringo-bengle sebagai komponen utamanya memiliki manfaat diantaranya untuk mengobati sakit kepala, sesak nafas, kembung, demam, sakit persendian, melancarkan peredaran darah dan sebagai penenang(aroma terapi dari kandungan minyak atsiri). Keluhan-keluhan sakit seperti ini sama dengan ciri-ciri orang yang sedang terkena “sambet” atau kemasukan roh jahat menurut mitos orang Jawa zaman dahulu.

Kalau zaman sekarang masyarakat sudah lebih realistis dan berfikir ilmiah, ramuan sambetan digunakan untuk menghangatkan badan, sebagai aroma terapi yang bersifat menenangkan, melancarkan peredaran darah dan mengobati perut kembung. Rasa nyaman yang diperoleh membuat seseorang tidak mudah terkejut dan stres saat mendapatkan sesuatu yang buruk. Sehingga gejala orang yang lagi stres itu bisa hilang dan badan segar kembali.

Resep Membuat Sambetan

Bahan:

1 ruas jari rimpang bengle

1 lembar daun dringo

1 ruas jari jahe

 

Cara membuat:

  • Semua bahan dicuci bersih
  • Bahan-bahan dijadikan satu lalu ditumbuk sampai halus

 

Cara penggunaan:

Ambil bahan yang sudah ditumbuk, kemudian dibalurkan di bagian-bagian badan antara lain dahi, belakang telinga, perut dan di semua persendian tangan dan kaki.

 

Sambetan sebagai kearifan lokal yang perlu dilestarikan, dengan cara pandang yang berbeda, sebagai ramuan herbal yang bermanfaat bagi kesehatan.

 

Daftar pustaka: Artikel Mini Riset Islam Dan Kebudayaan Jawa

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, tahun 2015

Facebook Comments
__Posted on
April 27, 2020
__Categories
kearifan lokal
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *