by

SOLUSI PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN BERKUALITAS

Pangan adalah kebutuhan dasar dari manusia. Dalam istilah lain bahwa manusia makan untuk hidup. Kebutuhan pangan bagi manusia, sebenarnya sangat bergantung pada pemilihan bahan pangan, jumlahnya dan kondisi dari masing-masing orang yang membutuhkan.

Pangan yang dikonsumsi manusia harus dapat memenuhi bahan bakar yang digunakan untuk tubuh sesuai usia, jenis kelamin, jenis aktivitas sangat menentukan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Angka Kecukupan Gizi (AKG) merupakan suatu nilai yang digunakan untuk menentukan jumlah zat yang baik dikonsumsi untuk tubuh dan zat apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Angka kebutuhan gizi sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup.

Di Indonesia sudah ditetapkan beberapa ketentuan gizi yang harus didapatkan tiap-tiap individu diantaranya meliputi : Energi, protein, vitamin, vitamin A, D, E, K dan C, Tianin, riboflavin, Niacin, pridoksin, vitamin B12, asam folat, kalsium, fosfor dan zat besi.

Angka kecukupan gizi yang digunakan secara nasional pada umumnya mengkonsumsi 2000 kkal dengan keseimbangan taraf persediaan 2000 kkal. Sedangkan angka kecukupan proten dalam taraf nasional ditentukan sebanyak 52 gram dan taraf persediaannya 57 gram.

Kegunaan dari angka kecukupan gizi adalah sebagai berikut:

  1. Menilai kecukupan gizi dari seseorang.
  2. Merencanakan pemberian makanan
  3. Merencanakan penyediaan bahan pangan
  4. Untuk pedoman gizi dari makanan yang berkualitas
  5. Sebagai bahan ajar pendidikan gizi.

 

Bahan Pangan Bergizi

Gizi merupakan zat atau senyawa yang terdapat dalam bahan pangan yang terdiri dari: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. Semua zat itu bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. Beberapa zat gizi yang dibutuhkan manusia untuk hidup antara lain:

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa yang terdiri dari unsur C,H, dan O. karbohirat merupakan sumber energi paling utama. Gula merupakan karbohidrat tunggal yang membentuk bahan lebih kompleks apabila tergabung secara berantai.

Lemak

Lemak merupakan bahan pangan mengandung energi lebih tinggi daripada karbohidrat dan protein. Lemak tersusun dari unsur H,C,O. Tetapi kandungan O nya sangat sedikit. Lemak tidak larut di dalam air, dan perlu dicerna agar dapat digunakan dalam tubuh. Pencernaan memisahkan lemak dengan gliserol.

Protein

Protein tersusun atas unsur C,H,O dan N. Protein merupakan molekul kompleks yang tersusun dari asam amino dengan bermacam-macam kombinasi. Protein dikatakan bermutu tinggi bila mensuplai keseimbangan asam amino esensial secara baik dan keseimbangan ini dibutuhkan dalam waktu bersamaan.

Vitamin

Vitamin merupakan senyawa-senyawa yang tidak dapat dibuat oleh tubuh tetapi diperlukan untuk memelihara aktivitas berbagai proses metabolisme dalam tubuh. Vitamin digolongkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam air dan yang larut dalam minyak. Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B dan C, Sedangkan yang larut di dalam minyak terdiri dari vitamin A, D, E dan K.

Mineral

Sembilan puluh enam persen berat badan manusia terbentuk dari empat unsur utama yaitu :C, H, O,N. Sisanya terdiri, sisanya terdiri dari unsur-unsur esensial, yang digolongkan pada unsur makro dan mikro. Unsur makro terdiri dari unsur Ca, P, S, K,Na, Cl dan Mg. Sedangkan yang tergolong unsur mikro yaitu Fe, Mn, Cu, I. Kebutuhan tubuh akan mineral ini dalam jumlah sedikit, tetapi kalau kekurangan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Kekurangan pangan terutama yang dialami kelompok anak-anak balita sangat menentukan tingkat kesehatan (fisik, mental, sosial). Akibat kekurangan pangan dapat menimbulkan hal sebagai berikut:

  1. Tingkat kesehatan rendah
  2. Rentan terhadap serangan penyakit.
  3. Menurunkan kemampuan kerja otak
  4. Kematian

Pemenuhan Kebutuhan Pangan Yang Bergizi Seimbang Adalah Pilar Utama Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia

Susunan pangan dalam menu makanan seimbang adalan susunan bahan pangan yang dapat menyediakan zat gizi penting dalam jumlah cukup yang diperlukan tubuh untuk tenaga, pemeliharaan, pertumbuhan, dan perbaikan jaringan.

Masalah pangan dan gizi merupakan masalah pokok yang mendasari seluruh kehidupan dan pembangunan bangsa. Masalah ini adalah masalah yang harus selalu mendapat perhatian ekstra dari pemerintah dan kita semua tentunya sebagai warga negara.

Gizi Seimbang

Akar permasalahan pangan dan gizi sebenarnya adalah kemiskinan, ketidaktahuan, dan distribusi bahan pangan yang tidak lancar. Salah satu indikator keberhasilan yang dapat dipakai untuk mengukur keberhasilan suatu bangsa dalam membangun sumber daya manusianya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan IPM maka pembangunan sumber daya manusia Indonesia belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada tahun 2017 IPM Indonesia menempati peringkat 113 dari 174 negara di dunia.

Keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat tergantung kepada keberhasilan bangsa itu sendiri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, cerdas dan produktif. Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas yaitu SDM yang sehat, cerdas dan memiliki fisik yang tangguh serta produktif merupakan faktor utama yang diperlukan untuk melaksanakan pembangunan nasional.

About Author: Wartini, S.Pd. Bio

Avatar
Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Comment

News Feed