Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin

PONDOK PESANTREN TANBIHUL GHOFILIIN, TUMBUH DAN BERKEMBANG MENJADI PESANTREN MODERN YANG MASIH PERTAHANKAN MURNI DINIYAH SALAFIYAH DENGAN SENTUHAN INOVASI BARU

Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin berdiri megah di tepi jalan propinsi Banjarnegara – Purwokerto KM 5, tepatnya di desa Mantrianom Kecamatan Bawang kabupaten Banjarnegara, tepat di depan SMKN 2 Bawang Banjarnegara. Sebagai pimpinan pondok sekarang adalah K.H. Mohammad Chamzah Hasan (putra ke 2 dari K.H. Mohammad Hasan pendiri pondok ini)

Kompleks PP Tanbihul Ghofiliin Mantrianom

 

Pada awal abad ke 18, ada seorang ulama besar dari Yogyakarta yang bermaksud mengembangkan Islam di wilayah Banjarnegara. Ulama tersebut bernama mbah Nata Negara. Cucu dari Mbah Nata Negara yang bernama Mbah Basor adalah tuan tanah di sekitar pondok sekarang, tepatnya di desa Mantrianom.

Dari generasi kedua Mbah Basor ini muncul 6 bersaudara yaitu: K.H. Basyuni, K.H. Mohammad Hasan, K.H. Mohammad Sholeh, K.H. Abdul Jalil, K.H. Jalil dan K.H. Abdul Kholik (Cirebon), yang semuanya dimasukkan ke pondok pesantren untuk mendalami ilmu agama Islam. Beliau-beliau ini bercita-cita ingin mengabdikan diri pada agama melalui jalan pendidikan dan dakwah.

Walau dengan modal sederhana dirintislah pendirian pesantren yang dimotori oleh K.H. Mohammad Hasan. Pada tahun 1954, setelah Kyai Mohammad Hasan pulang dari pondok (di Tuban) didirikanlah PP Tanbihul Ghofiliin ini.

Seiring berkembangnya waktu, karena masyarakat masih minim pengetahuan agama Islam dan Banjarnegara pada waktu itu terkenal sebagai daerah abangan. K.H. Mohammad Hasan mulai memberikan pelajaran dasar keislaman kepada masyarakat. Mulai dari bagaimana cara berwudhu, shalat dan sebagainya.

Di pondok ini juga dilakukan pengobatan gangguan jiwa, dan melalui pengobatan ini banyak yang sembuh. Setelah sembuh, pasien-pasien ingin berbakti kepada Allah SWT. Mereka telah diingatkan karena sebelumnya lupa, lalu muncullah kalimat “Tanbihul Ghofiliin” yang artinya mengingatkan orang-orang yang lupa. Kemudian kedua kata tersebut dijadikan sebagai nama pondok pesantren.

Dalam menghadapi tantangan zaman sekarang ini, yaitu pengaruh dari lingkungan dan teknologi yang semakin maju. Berbagai gempuran budaya dari luar yang menjadi ujian ketahanan santri.

Pesantren ini masih mempertahankan sebagai pesantren salaf. Untuk pengembangan pendidikan pesantren, kini Tanbihul Ghofiliin telah dilengkapi pendidikan formal yaitu: Tsanawiyah, Aliyah dan STAI TAN-GHO dengan kepala madrasah Tsanawiyah yaitu K.H. Hakim An-Naishaburi,Lc. Kepala sekolah MA adalah KH Mohammad Hamzah, S.Pd.I. STAI TAN-GHO sudah mulai dibuka perkuliahan tahun ini (2019), dan sebagai direkturnya adalah Abbas Zahrotin M.Hum dengan program study ekonomi syariah dan ke depannya akan ada penambahan prodi lagi. Saat ini memiliki mahasiswa 50 di tahun pertama dibuka.

STAI TAN-GHO

Di pondok pesantren ini berlaku aturan: yang nyantri dan juga mau sekolah maka harus bersekolah di sekolah pesantren. Kalau hanya mau nyantri saja juga tetap difasilitasi. Rumah santri radius lebih dari 2 km diwajibkan untuk mukim di pesantren, yang berjarak kurang dari 2 km dari pesantren diperbolehkan pulang tapi tetap harus mengikuti jadwal kegiatan pondok pesantren.

K.H. Mohammad Hasan lahir pada 1 Januari 1932 dan wafat pada hari Selasa Manis 25 Desember 2007 pada usia 75 tahun. Meninggalkan 7 putra putri yaitu Hj. Siti Chaidaroh, K.H. Mohammad Chamzah Hasan, K.H. Khayatul Maki, Hj. Siti Khimayah, K.H. Hakim An-Naishaburi,Lc.,Mustain dan Hj. Zulaikha.

Sekarang pondok pesantren Tanbihul Ghofiliin diasuh oleh K.H. Mohammad Chamzah Hasan (putra ke 2 K.H. Mohammad Hasan) dan dibantu oleh K.H. Hakim An-Naishaburi,Lc (putra ke 5).

Adab Dulu Baru ilmu, Sebagai Dasar Pembentukan Karakter Santri Baru

Dalam menghadapi tantangan zaman sekarang ini, yaitu pengaruh dari lingkungan dan teknologi yang semakin maju. Berbagai gempuran budaya dari luar yang menjadi ujian ketahanan santri.

Bersama Gus Hakim

Gus Hakim (K.H. Hakim An-Naishaburi, Lc) yang menjadi top leader agen perubahan di pondok ini memiliki program tersendiri untuk menyiapkan adab para santri. Prinsip Beliau adab dulu baru ilmu. Persiapan pembentukan adab santri dibentuk dari awal masuk pesantren. Faktor keteladalan sangat penting dalam membentuk kepripadian santri sehingga nanti setelah selesai, mereka para alumni sudah memiliki fundamental yang kokoh.

Pertahankan Pesantren Salaf Dengan Penambahan Pendidikan Formal

Pesantren ini msih mempertahankan sebagai pesantren salaf. Untuk pengembangan pendidikan pesantren, kini Tanbihul Ghofiliin telah dilengkapi pendidikan formal dari tingkat Taman Kanak-kanak, Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah dengan kepala madrasah pesantren yaitu K.H. Hakim An-Naishaburi,Lc. Bahkan di pondok ini sudah ada STAI yang mulai dibuka perkuliahan tahun ini (2019), dengan prodi ekonomi syariah dan ke depannya akan ada penambahan prodi lagi. Memiliki mahasiswa 50 di tahun pertama dibuka.

Di pondok pesantren ini berlaku aturan: yang nyantri dan juga mau sekolah maka harus bersekolah di sekolah pesantren. Kalau hanya mau nyantri saja juga tetap difasilitasi. Rumah santri radius lebih dari 2 km diwajibkan untuk mukim di pesantren, yang berjarak kurang dari 2 km dari pesantren diperbolehkan pulang tapi tetap harus mengikuti jadwal kegiatan pondok pesantren.

Pojok Kreativitas Santri Tanbihul Ghofiliin

Tradisi pengajian di lingkungan pesantren masih terus terselenggara, contohnya pengajian Ahad Kliwon yang merupakan pengajian selapanan dan dihadiri oleh puluhan ribu jamaah. Jamaah ini tidak hanya berasal dari Banjarnegara, tetapi banyak juga dari luar daerah bahkan luar pulau Jawa yang merupakan alumni pondok pesantren.

Inovasi yang dilakukan PP Tanbihul Ghofiliin sudah mulai  tampak hasilnya. Salah satu buktinya yaitu bertambahnya santri dari waktu ke waktu. Pada tahun 2013 hanya memiliki 300an santri, dan sekarang pada tahun 2019 ini memiliki santri 2000.

 

Facebook Comments
__Posted on
December 28, 2019
__Categories
Pendidikan
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *