SALURKAN AKSI CORAT CORET ANAK MUDA MELALUI LOMBA MELUKIS GRAFITI

Aksi corat coret yang kita lihat di lingkungan sekitar, terutama di tempat-tempat umum sungguh sangat mengganggu keindahan. Aksi corat-coret ini tidak hanya dilakukan oleh anak muda, tetapi dilakukan juga oleh orang dewasa.

Aksi corat-coret yang dilakukan oleh orang dewasa misalnya saat melakukan aksi demo, melakukan kegiatan seni. Kalimat yang dituliskan berupa kalimat tertentu ataupun tuntutan tertentu terhadap seseorang atau kelompok tertentu. Bisa juga tuntutan kepada lembaga tertentu.

Gambar Grafiti

Coreta-coretan yang dibuat pastilah punya tujuan dari penulisnya. Ada beragam tujuan yang mungkin ingin disampaikan penulis kepada pembacanya. Ada beragam maksud dan tujuan coratcoret itu antara lain:

  • Sebagai cara lain mengajukan tuntutan dari penulis (pembuat coretan) itu agar dipenuhi
  • Sebagai bentuk lain cara mempopulerkan diri atau kelompok supaya bisa dianggap “exist”
  • Bentuk lain cara memberi peringatan kepada pihak lain.
  • Merupakan bentuk ekspresi sikap yang tersembunyi, misalnya sikap marah, prihatin, ajakan dan yang lainnya.
  • Mengekspresikan sikap yang murni untuk menciptakan keindahan suatu tempat.

Tetapi sayangnya yang memiliki tujuan murni, ekspresi menciptakan keindahan prosentasenya kecil.

Sebenarnya ada cara untukĀ  untuk mengekspresikan corat-coret ini pada dinding menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu yang disebut seni grafiti atau lukisan grafiti.

Kebiasaan melukis di dinding ini sudah ada sejak manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa itu, grafiti digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.

Perkembangannya sekarang grafiti sebagai sarana mengekspresikan kritikan atau menunjukkan ketidakpuasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami. Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menimbulkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai.

Salah satu usaha untuk mewadahi ekspresi seni grafiti, terutama kaum muda yang memiliki emosi yang meledak-ledak untuk diarahkan dan difasilitasi tempat untuk melukis grafiti ini. Misalnya diarahkan untuk melukis grafiti di tembok pagar sekolah.

Lomba Melukis Grafiti di Tembok Pagar Sekolah

Seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi SMP Negeri 5 Purwanegara Kabupaten Banjarnegara, diadakan lomba melukis grafiti di dinding pagar sekolah pada waktu kegiatan pasca UTS semester genap tahun pelajaran 2018/2019 ini.

Seperti yang disampaikan oleh urusan Kesiswaan SMP Negeri 5 Purwanegara Bp Puji Widodo, S.Pd : bahwa lomba menulis grafiti ini bertujuan menyalurkan kesukaan para siswa yang senang melakukan aksi corat-coret di tembok sekolah untuk bisa terarah dan menghasilkan karya seni yang indah.

Kegiatan lomba grafiti kali ini mengambil tema Kebhinekaan Bangsa Indonesia atas prakarsa dan ide dari Ibu Enggal Natalia (guru mapel PKn), dalam rangka penumbuhan karakter cinta tanah air dan bangga sebagai bangsa Indonesia.

 

Facebook Comments
__Posted on
March 13, 2019
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *