PRESENTASI ALA STORY TELLING

Presentasi merupakan sebuah komunikasi yang dilakukan secara terpadu lewat suara, gambar, dan bahasa tubuh yang bertujuan untuk menginformasikan dan meyakinkan kepada audiens. Komunikasi yang sukses terjadi ketika audiens menerima dan memahami pesan, sama dengan yang dimaksudkan oleh komunikator. Presentasi dengan bercerita atau story telling memang memiliki daya tarik tersendiri untuk merebut perhatian audiens.

Story Telling Yang Bisa Menghipnotis Audiens

Story telling merupakan teknik penyampaian informasi yang menarik dan dapat mengubah perasaan audiens. Secara tradisional story telling dilakukan secara lisan, tetapi bisa juga dilakukan dengan bantuan beberapa alat dan media, misalnya seorang penulis novel menggunakan buku untuk melakukan story telling (bercerita). Musisi menggunakan musik untuk menyampaikan cerita. Perancang busana menggunakan media pakaian untuk bercerita.

Mengapa bercerita? Karena semua orang suka dengan cerita, terlebih jika cerita yang disampaikan relevan dengan topik presentasi yang dibawakan. Cerita yang baik tidak hanya membuat audien berpikir, tetapi juga membuat audiens bisa merasa termotivasi dan terinspirasi. Bahkan dengan cerita, audiens bisa merasa sedih dan gembira sesuai isi ceritanya.

Raja Presentasi story telling,
Steve Jobs

Buatlah Audiens Seperti Menikmati Drama Musikal Dalam Mengikuti Presentasi Anda

Story telling dapat diterapkan untuk semua jenis presentasi, termasuk dalam presentasi formal seperti presentasi bisnis. Story telling itu penting dalam presentasi, apapun jenis presentasinya. Jika cerita digunakan dengan tepat, maka Anda lebih mudah mempengaruhi audiens baik secara intelektual maupun emosional.

Sebuah presentasi dengan menggunakan cerita memang tidak mudah. Karena bukan sekedar bercerita, namun bagaimana Anda mampu memilih cerita yang relevan, memiliki daya tarik dan Anda mampu menyampaikannya dengan baik, sehingga audiens peduli.

Prinsip utama dalam presentasi dengan story telling tidak hanya menyampaikan fakta atau ilustrasi sembarangan, tetapi harus memiliki tujuan yang jelas sebelum memilih cerita. Pikirkan dulu apa yang Anda harapkan tanggapan audiens dari cerita yang Anda sampaikan, maka cerita Anda akan benar-benar efektif untuk mendukung keberhasilan presentasi Anda.

Cerita harus dapat membuat audiens menjadi penasaran. Cerita pengalaman pribadi bisa menjadi alternatif yang sangat efektif untuk membuat audiens penanasaran. Karena sifatnya yang personal, kemungkinan besar audiens belum tahu tentang cerita Anda.

Cerita yang baik selalu memiliki tujuan, relevan dan menciptakan penasaran, harus disampaikan dengan penuh ketulusan dan penghayatan sehingga dapat menyentuh emosi audiens. Audiens yang sedang mengikuti presentasi Anda seperti diaduk-aduk emosinya, ikut merasakan sesuai isi cerita. Apalagi dilengkapi dengan penggunaan bahasa tubuh yang tepat, seperti penggunaan intonasi, gesture, mimik wajah dan jeda. Audiens merasakan seperti sedang menonton drama musikal saat mengikuti presentasi Anda.

 

Daftar Pustaka:

 

Bicara Itu Ada Seninya, Rahasia Komunikasi Yang Efektif

Karya: Oh Su Hyang (dosen dan pakar komunikasi terkenal di Korea Selatan)

Facebook Comments
__Posted on
August 3, 2020
__Categories
Motivasi
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *