Peluang Bisnis pasca Panen Produk Urban Farming

Produk urban farming yang berupa tanaman holtikultura seperti sayuran, merupakan komoditas yang mudah rusak dan masih mengalami proses hidup. Komuditas sayuran harus sesegera mungkin dilakukan penanganan pasca panen agar kualitasnya tetap terjaga dan memperkecil berbagai bentuk kehilangan. Secara spesifik penanganan pasca panen terhadap sayuran meliputi pencucian, perbaikan bentuk kulit permukaan, sortasi, penghilangan warna hijau, pengemasan, dan pendinginan.

Komoditas holtikultura terutama sayuran merupakan sumber pro vitamin A, vitamin C, dan mineral terutama kalsium dan za besi. Selain itu sayuran juga merupakan sumber serat yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Sayuran adalah hasil pertanian yang apabila selesai dipanen tidak ditangani dengan baik akan segera rusak. Di Indonesia holtikultura yang rusak (tidak dapat dimanfaatkan) mencapai 25 – 40 %. Nilai ini sangat besar bila dibandingkan dengan negara-negara maju. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kualitas komuditas tersebut.

Petik Langsung dari Kebun, Jaminan Kesegaran Produk Pada Konsumen

Pada intinya, setelah panen produk holtikultura maka harus segera didistribusikan dan dipasarkan, dan untuk mengganti produk yang rusak maka produk organik yang dihasikan dari pertanian urban farming dipasarkan dengan harga lebih tinggi. Kita menawarkan kelebihan dari produk organik ini adalah produk yang betul-betul fresh baru petik, atau bisa juga kita tawarkan beli produk pertanian organik dengan cara petik sendiri.

Petik Tomat cerry

Hal ini bisa menambah nilai jual lebih tinggi untuk produk-produk urban farming dengan cara konsumen petik sendiri sayuran atau buah di kebun. Hal ini sekaligus bisa mengatasi kemungkinan rusaknya produk akibat jeda waktu panen dengan terdistribusinya produk tersebut ke konsumen.

Konsumen bisa melakukan panen langsung di kebun, menawarkan sensasi pada konsumen tidak sekedar belanja sayuran tetapi bisa mengajak sel uruh anggota keluarga untuk piknik melepas penat dari rutinitas sehari-hari. Bisa juga ditambah fasilitas berupa dapur di dekat kebun tersebut .

Sayuran yang dipetik dari kebun, langsung dimasak

Dapur ini bisa dipakai untuk memasak dan ditambah peralatan lain misalnya alat untuk membuat jus, ada kulkas dan lain-lain. Semacam restoran Jepang yang menawarkan pada pengunjung menu yang dipesan dimasak oleh chef restoran itu atau mau dimasak sendiri bersama keluarga.

 

Facebook Comments
__Posted on
April 18, 2019
__Categories
Urban Farming
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *