by

MALMINGKU NONTON WAYANG KULIT BARENG MAHASISWA ITALY

Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia, khususnya kesenian ini berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata “Ma Hyang” yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa atau Tuhan Yang Maha Esa.

Nonton wayang kulit di malam Minggu, suatu kesempatan yang jarang terjadi. Bahkan nonton wayang ini sudah lama tidak saya lakukan. Beberapa hari yang lalu memang saya sudah mendapatkan informasi tentang adanya pagelaran wayang kulit di SMP Negeri 1 Susukan Kabupaten Banjarnegara.

Bapak Rojat S.Pd selaku Kepala Sekolah sangat peduli dengan pelestarian Kebudayaan Jawa, salah satunya adalah wayang kulit ini. Pagelaran wayang kulit di SMP Negeri 1 Susukan ini diselenggarakan dalam rangka  tasyakuran Kelulusan siswa kelas 9 tahun pelajaran 2018/2019. Acara ini terselenggara berkat kerjasama para seniman lokal kecamatan Susukan yang masih sangat peduli dengan kelestarian budaya Jawa (kearifan lokal).

Pagelaran Wayang Kulit di SMPN 1 Susukan

Pagelaran wayang malam ini menjadi sangat spesial karena kedatangan tamu seorang mahasiswa dari Italy, Mr Daniel. Sudah lebih dari satu tahun Mr Daniel ini berada di Susukan, belajar tentang calung Banyumasan dalam rangka untuk meraih gelar doktor “Kesenian Jawa”. Belajar bersama para seniman Calung yang ada di wilayah Susukan dan sekitarnya.

Nonton Wayang Bareng Bule

Begitu besar ketertarikan mahasiswa dari Italy ini dengan kesenian Jawa khususnya calung Banyumas. Sebagai orang Indonesia harus bangga dengan kekayaan budaya asli Indonesia dengan cara ikut melestarikan budaya adi luhung ini. Dengan nonton pagelaran wayang ini, paling tidak bisa memberi dukungan moral bagi para pelaku seni tradisional ini, beliau-beliau para seniman inilah yang berperan sebagai garda terdepan dalam pelestarian budaya.

Lakon “Petruk Nagih Janji” Ingatkan Para Caleg Yang Jadi Untuk Memenuhi Janji-Janji Kampanye

Pagelaran wayang kulit semalam menyajikan lakon Petruk Nagih Janji, dalam lakon ini dikisahkan Petruk yang menagih janji kepada Prabu Kresno yang telah memberi janji akan menjodohkan Petruk dengan Kresnowati putri dari prabu Kresno sang penguasa saat itu karena jasa Petruk mengalahkan Prabu Pandu Banawa.

Lakon Petruk Nagih Janji

Pemilihan lakon ini sangat sesuai dengan keadaan sekarang. Setelah perhelatan pemilu serentak pada 17 April 2019, saatnya menunggu hasil pemilu, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden dan wakil presiden. Saat hasilnya nanti ditetapkan, para caleg yang lolos menjadi anggota legislatif daerah maupun nasional untuk bersiap memenuhi janji-janji kepada para pemilih atau pendukungnya. Begitu juga untuk presiden dan wakil presiden yang jadi.

Ki Dalang Rojat, S.Pd

Janji adalah hutang, maka ingat lakon “Petruk Nagih Janji” ini. Lakon ini menggambarkan seorang rakyat biasa (Petruk) yang menagih janji kepada penguasa (Prabu Kresno) dengan janji-janjinya kepada rakyat (saat berkampanye). Pemilihan lakon oleh Ki Dalang Rojat, S.Pd selaku Kepala Sekolah dari SMP Negeri 1 Susukan, sangat sesuai dengan situasi sekarang ini.

About Author: Wartini, S.Pd. Bio

Avatar
Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Comment

News Feed