LEPET KETAN, HIDANGAN KHAS SYAWALAN PANTURA

Lepet dibuat untuk merayakan Bada Cilik (Syawalan) di daerah pantai utara Jawa. Syawalan diselenggarakan sebagai wujud syukur umat Islam telah selesai melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari. Syawalan dirayakan pada tanggal 7 Syawal. Lepet ketan dibuat hanya setahun sekali, ini yang membuatku kangen untuk menikmati makanan khas yang satu ini.

Bahan Untuk Membuat Lepet Ketan

Lepet berbahan dasar beras ketan, kelapa setengah tua , sedikit garam dan dibungkus janur. Pada perayaan Syawalan hidangan lepet ini dilengkapi juga dengan ketupat dan lontong beserta opor ayam dan sayur lodeh.

Filosofi Lepet Ketan Pada Perayaan Hari Raya Syawalan Masyarakat Pantura

“Lepet” ini bahasa Jawa yang disingkat dari “silep kang rapet”, “mangga dipun silep ingkang rapet” yang artinya mari kita kubur/tutup rapat. Setelah meminta maaf di hari raya Idul Fitri, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan antar manusia, jangan diulang lagi agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.

Keberadaan lepet ketan hanya bisa dijumpai saat lebaran kupatan atau Syawalan. Jadi hanya setahun sekali adanya. Sebagai seorang yang merantau keluar daerah moment seperti ini jadi ngangeni. Rasa kangen ini biasanya terbayar saat pulang mudik, tetapi lebaran tahun ini tidak mudik karena covid-19 maka kangen itu semakin menggebu.

Kalau Anda juga ingin menikmati lepet ketan ini, Anda tidak perlu menunggu setahun sekali ada hidangan ini. Akan saya bagikan bagaimana cara membuat lepet ketan. Anda bisa menikmati lepet ketan sewaktu-waktu dengan mencoba resep ini.

Resep Membuat Lepet Ketan Yang Gurih dan Kenyal

Kangenku dengan lepet ketan ini membulatkan tekatku untuk membuat lepet ketan, walau tidak di waktu yang biasa orang membuat lepet dan berada di daerah yang tidak memiliki kebiasaan merayakan Lebaran kupatan atau Syawalan.

Kalau ketupat masih banyak ditemui sehari-hari di sini, tapi kalau lepet ketan tidak ada yang jual di sini. Kalau Anda termasuk orang yang kangen dengan makanan ini, berati sama dengan saya. Yuuk…kita buat lepet ketan, ini resep yang bisa anda coba.

Bahan:

1 kg beras ketan putih

3 butir kelapa setengah tua, dikupas dan diparut

1/2 sdm garam

40 buah janur (daun kelapa yang masih muda)

Tali secukupnya

 

 

Cara Membuat

  • Beras ketan dicuci bersih, lalu direndam kurang lebih selama 2 jam
  • Beras ditiriskan sampai airnya tuntas
  • Siapkan wadah untuk mencampur beras ketan, kelapa parut dan garam
  • Aduk rata sampai bahan tercampur semua
  • Siapkan janur, kemudian janur digulung dan diisi bahan sampai penuh
  • Ambil tali untuk mengikat bahan yang sudah terbungkus daun kelapa
  • Rebus lepet selama 4 jam, dengan memperhatikan: kalau air di panci yang untuk merebus mulai habis, diisi lagi dengan air panas.
  • Tiriskan lepet, sambil diangin-anginkan sampai dingin supaya lepet tidak lekas basi.

Lepet yang gurih dan kenyal siap disantap bersama keluarga, walau secara makna filosofinya tidak dapat. Karena makna yang sebenarnya adalah silaturahim dengan sanak saudara dan tetangga setelah saling memaafkan di hari raya Idul Fitri.

 

Facebook Comments
__Posted on
June 14, 2020
__Categories
wisata kuliner
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *