KARA BENGUK, TANAMAN PENUTUP YANG BERPERAN PENTING UNTUK MEMPERTAHANKAN KERAGAMAN HAYATI DI DAERAH KERING

Kara Benguk termasuk jenis tanaman polong-polongan dengan nama ilmiah Mucuma pruriens adalah tanaman tahunan yang merambat dengan daun berbentuk lanceote, dan bunga berwarna ungu atau putih.

Buah polong Kara Benguk dilapisi bulu halus yang tipis, dan dalam 1 buah polongnya terdapat 4 – 6 biji. Warna biji terdiri dari putih, hitam dan belang.

Siklus hidup Kara Benguk berkisar antara 100 – 300 hari. Kemampuan adaptasinya sangat luas, di antaranya toleran terhadap cekaman komponen abiotik seperti kekeringan, keasaman tanah maufun kekurangan unsur hara tanah.

Tanaman Kara Benguk

Sebagai Tanaman Penutup Yang Bisa Mempertahankan Keanekaragaman Hayati di Lahan Kering

Kara Benguk disebut sebagai tanaman penutup. Tanaman penutup tanah yang baik memiliki pertumbuhan yang cepat, tidak mengambil unsur hara tanah dalam jumlah besar, menghasilkan banyak sampah-sampah organik berupa batang dan daun kering yang kaya akan unsur karbon, memiliki nilai penutupan tanah yang tinggi, maupun memperbaiki sifat tanah dan mampu mengendalikan gulma.

Sebagai tanaman menggunakan energi masukan rendah, Kara Benguk akan cukup memberikan keuntungan ekonomi, karena biaya tanam bisa ditekan seminim mungkin. Tanpa pestisida, pupuk buatan pabrik sehingga budidaya Kara Benguk sangat ramah lingkungan.

Penanaman Kara Benguk bisa dilakukan secara tumpangsariĀ  misalnya dengan tanaman jagung atau tanaman yang lain, dalam hal ini akan berpotensi meningkatkan keanekaragaman hayati, sekaligus mengurangi resiko kegagalan panen bagi petani.

Biji Kara Benguk

Protein Tinggi Dalam Biji Kara Benguk, Berpotensi Sebagai Pengganti Kedelai

Kandungan protein yang tinggi dari biji Kara Benguk akan mampu menggantikan sebagian kebutuhan kedelai yang hingga saat ini lebih banyak diperoleh secara impor. Kara Benguk juga memiliki rasa yang khas yang menyebabkan adanya penggemar tersendiri.

Sebagai bahan pangan, biji Kara Benguk inidapat dibuat tempe, kecap dan yang lainnya. Protein tinggi yang terkandung , memiliki peran penting untuk mencukupi kebutuhan protein bagi masayarakan yang hidup di wilayah lahan kering.

Penjual Tempe Benguk di Pasar Jambu

Di wilayah kabupaten Banjarnegara bagian selatan yang berbatasan dengan wilayah kabupaten Kebumen tepatnya di kecamatan Purwanegara bagian selatan (desa Pucung Bedug, Petir, Kaliajir dan sekitarnya) masih banyak ditemukan tanaman ini. Wilayah ini memang termasuk wilayah pertanian lahan kering.

Kalau anda berkesempatan mengadakan perjalanan melewati wilayah ini, desa Pucungbedug dan sekitarnya (tepatnya di pasar Jambu) anda bisa mendapatkan produk tempe benguk baik yang masih mentah maupun yang sudah digoreng langsung siap santap. Tempe benguk yang masih mentah harganya Rp 2.500,- per sepuluh bungkus. KalauĀ  kita membeli dalam jumlah banyak bisa diberi bonus 2 bungkus tiap beli 10 bungkus, berlaku kelipatannya.

Tempe Benguk Goreng

Bisa juga anda beli yang sudah digoreng, masuk saja ke dalam Pasar Jambu di pojok selatan pasar ada penjual tempe benguk goreng, yang baru digoreng saat ada orang yang beli. Harganya sangat terjangkau Rp 2.000,- dapat 3 buah tempe goreng.

Facebook Comments
__Posted on
April 8, 2019
__Categories
Pertanian
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *