Ibu, Ini Curhatan Anakmu

Bu, setiap aku sedang ngajar di kelas aku teringat semua nasihat-nasihatmu. Bagaimana Ibu menanamkan pendidikan karakter ke anak-anakmu ini. Cara mendidik yang Ibu lakukan ke anak-anakmu ini menjadi referensi utama bagaimana aku mendidik anak-anakku dan juga ke para anak didikku.

Ibu adalah guru terbaik, motivator terbaik bagiku. Ibu yang selalu membangkitkan semangatku saat aku jatuh terpuruk dan juga sebagai pengendali euporiaku saat aku mencapai suatu prestasi, sehingga anakmu ini bisa seimbang dalam menjalani hidup ini, bisa selalu bersyukur (ora kagetan, ora gumunan).

Alhamdulillah ya Allah, aku dilahirkan dari seorang Ibu yang hebat, seorang ibu yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi walau secara jenjang pendidikan hanya lulusan Sekolah Dasar.

Bu, sekarang Ibu sedang terbaring sakit. Ingin sekali aku bisa setiap saat menemani Ibu. Ingin bisa cerita-cerita, bercanda seperti saat anak-anakmu masih masa sekolah dulu.

Selalu ada waktu setiap harinya untuk berkumpul bersama keluarga, bercanda, berbagi cerita tentang kegiatan yang dijalani hari itu. Ada cerita lucu dari Adik, ada cerita sedih, ada certa tingkah polah teman di sekolah, semua anggota keluarga berkesempatan untuk itu.

Biasanya pada malam hari setelah sholat Isya, Ibu menggelar tikar di halaman rumah dan juga membawa bantal. Semua bisa berbaring di selembar tikar sambil memandang bintang-bintang di langit. Setelah semuanya menyampaikan cerita-cerita hari itu, biasanya ibu cerita tentang rasi bintang.

Dari cerita tentang rasi bintang itu sampai aku punya rasi bintang favorit, Ibu menyebutnya rasi bintang “gubuk penceng”. Rasi bintang ini berada di belahan langit selatan. Rasi bintang ini mencapai titik kulminasi pada jam 19.00 pada bulan Juli.

Pada bulan Juli adalah musim kemarau sehingga rasi bintang ini terlihat jelas, tidak terganggu adanya awan. Kebiasaan mengamati langit pada malam hari ini juga aku lakukan bersama anak-anakku bu. Dan juga aku ajak anak-anakku untuk melihat keindahan langit di waktu fajar. Keindahan langit di waktu fajar selalu berubah dari waktu ke waktu, dan anak-anakku menikmati itu Bu.

Hal ini juga yang aku tularkan ke anak didikku untuk menyempatkan memandang langit di waktu malam. Setiap aku memandang langit muncul rasa bahagia itu.

Bu, anak-anakmu sekarang sudah mempunyai keluarga dan anak-anak. Ini semua hasil didikan Ibu sehingga anak-anakmu ini menjadi kuat, bisa menggapai cita-cita. Sekarang Ibu juga harus kuat, anak-anakmu bingung bagaimana membuat Ibu bisa memiliki semangat dan motivasi untuk sembuh. Anak cucu semua sangat membutuhkan doa dari Ibu.

Maafkan anakmu ini yang tidak bisa menemani Ibu setiap saat. Aku hanya bisa berdoa memohon kepada Allah untuk kesembuhan Ibu. Seawaktu aku VC kemarin, Ibu katakan bahwa ingin segera naik haji, tapi kok badanku masih lemah seperti ini Nduk anakku. Sabar ya bu, Ibu sudah saya daftarkan untuk naik haji dan insyaallah anak wedokmu ini yang mendampingi, tapi ini masih masa tunggu.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa Ibu, angkatlah penyakitnya ya Allah, sehatkan dan kuatkan fisik dan mentalnya untuk bisa menunaikan ibadah haji memenuhi panggilanMu ya Allah.

Facebook Comments
__Posted on
September 9, 2019
__Categories
Curhat
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *