by

GURU MILENIAL, KUATKAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN MENJADIKAN ANAK DIDIK MANUSIA PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT

Sebagai seorang guru, saat ini mendapat  imbas euporia peringatan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Nopember. Untuk tahun ini euporianya agak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terkait dengan ide-ide kreatif dari menteri pendidikan yang baru, yang notabene anak muda banget dan termasuk generasi milenial.

Nadiem Makarim yang akhir-akhir ini menjadi virat isi pidatonya terkait dengan peringatan Hari Guru Nasional. Ada lima pesan dalam pidatonya yaitu:

Pertama: ajaklah kelas berdiskusi

Kedua  :beri kesempatan siswa untuk mengajar di kelas

Ketiga  :cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas

Keempat :temukan satu bakat dari murid yang kurang percaya diri

Kelima : tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Langkah pertama yang seharusnya dilakukan oleh guru yaitu melakukan perubahan dari diri sendiri, yaitu ajaklah kelas berdiskusi, tidak hanya mendengar. Ada makna yang tersirat dari pernyataan pak Menteri ini, yaitu guru harus selalu berinovasi dan kreatif menciptakan  metode pembelajaran yang mengasyikkan bagi anak didik, sehingga tidak hanya metode ceramah. Zaman sudah berubah Bro…! Hari gini, guru hanya ceramah di depan kelas, pasti muridnya tertidur semua atau pamit ke kamar mandi semua.

Jika hanya sekedar mengajar di kelas, zaman sekarang ini dengan adanya internet , semua tempat bisa menjadi ruang kelas dan setiap hal bisa menjadi guru. Jika guru hanya sekedar mengajar, maka bisa tergantikan dengan teknologi komunikasi, namun kalau guru sebagai pendidik itu tidak tergantikan oleh apapun.

peran guru di era milenial

Salah satu ciri guru sebagai seorang pendidik adalah metode pembelajaran yang digunakan mampu meningkatkan minat belajar, sebagai inspirator dan motivator bagi murid untuk mencapai kesuksesan di masa yang akan datang. Di sinilah peran guru sebagai pendidik yang bisa membentuk karakter anak. Guru harus betul-betul merdeka dari kepentingan-kepentingan lain di luar kepentingan dunia pendidikan itu sendiri.

Benar yang dikatakan pak Menteri bahwa guru merupakan profesi termulia sekaligus tersulit. Tersulit karena guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Di sinilah pentingnya memahami pandangan Menteri Nadiem Makarim bahwa hasil institusi pendidikan tidak hanya berupa pengetahuan, tetapi bisa membentuk murid  menjadi insan pembelajar, belajar sepanjang hayat.

Sesungguhnya yang memiliki kebutuhan untuk selalu belajar tidak hanya murid tetapi yang tidak kalah penting adalah para guru dan orangtua. Murid itu akan memasuki dunia masa depan yang orangtua dan guru tidak tahu dan tidak akan mengalaminya. Sayangnya belum banyak guru yang terus belajar berupaya mengasah kreativitas dalam penyampaian dan sekaligus berperan sebagai pendidik.

Membelajarkan Generasi Milenial

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin cepat dewasa ini secara langsung maupun tidak langsung memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dunia pendidikan, baik pada murid maupun pada guru.

Kelas Diskusi

Para guru masih menggunakan pengalaman dan pengeahuan masa lalunya dalam  mendidik murid-muridnya saat ini. Dengan demikian terjadi kesenjangan antara pengalaman dan pemahaman para guru terhadap harapan murid, dimana para murid berharap dapat berkarya di masa mendatang. Padahal bekal yang diberikan oleh guru adalah pengalaman masa lalu.

Bila guru hanya  mengajar saja, maka guru akan tergantikan oleh teknologi. Dalam hal ini guru harus lebih berperan dalam pembentukan karakter anak, yaitu guru sebagai pendidik. Dalam pembentukan karakter anak, guru harus berkolaborasi dengan orangtua, mengingat sebagian besar waktu yang dimiliki anak juga digunakan untuk aktivitas di luar sekolah,terutama di lingkungan keluarga (di rumah).

Guru di era milenial harus terus update teknologi, selalu belajar untuk bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja untuk  bisa menjadi manusia pembelajar. Apapun profesinya, kalau dia berkarakter manusia pembelajar maka kesuksesan yang akan didapat. Mulailah dari diri sendiri langkah kecil ini, maka akan bermunculan inspirator-inspirator bagi anak-anak kita yang akan menyongsong masa depan di era milenial ini.

About Author: Wartini, S.Pd. Bio

Avatar
Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Comment

News Feed