by

GERAKAN LITERASI SEBAGAI SARANA MEMBENTUK KARAKTER BANGSA

Arti Dasar Literasi

Pengertian dasar literasi secara bahasa adalah orang yang belajar. Pada perkembangannya arti literasi disesuaikan dengan perkembangan di setiap zaman. Menurut wikwpedia.org : literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan ketrampilan individu dalam membaca, menulis, berhitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi Sesuai Zamannya

Tahun 1960, literasi diartikan dengan fungsi dan ketrampilan hidup sesorang. Sedangkan di kalangan institusi, tokoh, lembaga pendidikan, memiliki perbedaan. Walau berbeda-beda, tetapi semua pendapat tersebut merujuk pada satu pengertian, yaitu kemampuan seseorang untuk mengolah informasi yang didapat melalui pendengaran, membaca, menulis. Literasi merupakan bagian dari kemampuan berbahasa seseorang.

Menurut UNESCO, literasi adalah sebuah ketrampilan membaca, menulis yang dimiliki seseorang, sedangkan National Institute For Literaracy ketrampilan pada kemampuan individu dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di keluarga, pekerjaan dan masyarakat.

Literasi menurut Education Development Center (EDC), bukanlah sekedar membaca dan menulis, akan tetapi kemampuan individu untuk menggunakan skill dalam hidupnya.

Gerakan Literasi di Indonesia Untuk membentuk Karakter Sebagai Manusia Pembelajar

Setelah membaca pengertian literasi dari berbagai sumber, maka muncul pertanyaan:”Bagaimanakah cara mengukur dari tingkatan literasi seseorang atau bahkan literasi suatu bangsa?” Apa indikatornya ? Jika di pikiran Anda muncul pertanyaan seperti itu, maka sama dengan saya. Penjelasan berikut bisa menjadi jawabannya.

Untuk mengukur tingkat literasi suatu negara maka ada lembaga yang bernama PISA. PISA merupakan singkatan dari Programme for International Student Assesment yang digagas oleh OEDC (Organization for Economic Corporation and Development).

Program internasional yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali ini bertujuan untuk memonitor literasi membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan sains yang diperuntukkan siswa berusia 15 tahun dengan maksud mengevaluasi dan meningkatkan metode pendidikan di suatu negara.

PISA dilaksanakan dalam bentuk tes bacaan, matematika, dan kemampuan sains yang dikerjakan dengan durasi 2 jam. Untuk memperlihatkan bahwa tingkat literasi baik dalam membaca, matematika, maupun sains sudah baik, maka OECD memiliki standar rata-rata internasional skor 500. Skor tertinggi yang dicapai Indonesia adalah 402 pada tahun 2009.

Skor PISA Indonesia

Menurut PISA, literasi akan berdampak pada kemampuan ekonomi di masa yang akan datang. Indonesia masih tergolong rendah tingkat literasinya dibanding negara lain.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah literasi. Ada Gerakan Literasi Nasional (GLN), Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Literasi dalam konteks ini bukan sekedar bisa baca tulis, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana masyarakat Indnesia ini memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia.

Bangsa yang memiliki budaya literasi yang tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreativ, inovativ, komunikatif sehingga dapat menang dalam persaingan global.

Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasarat memiliki kecakapan hidup abad 21, melalui pendidikan yang terintegratif mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat.

Supaya literasi ini menjadi budaya, maka dimulai dari pemaksaan lebih dahulu, kemudian pembiasaan dan akhirnya menjadi budaya. Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh Word Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting bagi semua warga masyarakat.

Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, literasi budaya dan kewarganegaraan. Penjelasan singkat tentang literasi dasar adalah sebagai berikut:

  1. Literasi baca tulis

Membaca dan menulis merupakan literasi dasar yang perlu dikuasai dan merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia.

  1. Literasi Numerasi

Numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan ketrampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Literasi sains

Literasi sains dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah.

  1. Literasi Digital

Literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan ketrampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.

  1. Literasi Finansial

Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan resiko, ketrampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial.

  1. Literasi Budaya dan Kewarganegaraan

Literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Literasi budaya dan kewarganegaraan menjadi hal yang penting untuk dikuasai di abad ke- 21.

Kesimpulan

Pengertian literasui mengacu ke pengertian dasar tentang literasi yaitu orang yang belajar. Proses penguasaan enam literasi dasar adalah melalui proses belajar. Orang yang literat adalah orang yang selalu belajar. Gerakan literasi ini membentuk karakter menjadi manusia pembelajar.

Daftar Pustaka :

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Asesmen Nasional: AKM, Survey Karakter dan Lingkungan Belajar.

Comment

News Feed