by

DIENG, DATARAN TINGGI TERLUAS TEMPAT DEWA DEWI BERSEMAYAM

Dieng yang selama ini terkenal dengan “negeri atas awan” adalah suatu daerah dataran tinggi yang masuk wilayah dua kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Nama Dieng berasal dari bahasa kuno, yaitu Dihyang yang terdiri dari kata ‘di’ yang artinya tempat, sedangkan Hyang bisa diartikan arwah leluhur atau dapat juga diartikan Dewa. Dengan demikian Dihyang berarti tempat bersemayamnya arwah para leluhur atau tempat bersemayamnya para Dewa. Mengapa diebut demikian? Anda penasaran? Jawabannya ada di tulisanku berikut ini.

Dataran Dieng merupakan dataran tinggi terluas di Indonesia, dan yang paling kaya akan peninggalan sejarah. Terletak di ketinggian 2000 meter dpl (di atas permukaan laut).

Fenomena Embun Upas, Cantik Tapi Mematikan Tanaman Sayuran

Suhu udara pada siang hari berkisar antara 150 C – 200 C, sementara pada malam hari berkisar antara 100 C. Pada bulan Juli – Agustus suhu bisa mencapai 0 derajat Celcius, bahkan pada bulan Agustus yang merupakan puncak musim kemarau  tahun 2019 kemarin suhu pada siang hari mencapai di bawah nol. Pada waktu itu bisa dijumpai adanya salju di dataran tinggi Dieng.

Fenomena Embun Upas di Dieng

Fenomena adanya salju di dataran tinggi Dieng disebut embun upas. Embun upas merupakan fenomena yang menarik bagi wisatawan karena seolah melihat salju yang sering terjadi di luar negeri, di negara-negara sub tropik yang memiliki empat musim.

Kemunculan embun upas ini justru merupakan petaka bagi petani kentang di Dieng karena tanaman yang terkena embun upas itu akan layu hingga akhirnya mati. Keindahan alam serta udara yang menyegarkan melengkapi daya tarik dataran tinggi ini.

Kompleks Candi Arjuna, Peninggalan Candi Hindu Tertua Di Pulau Jawa

Kompleks candi Arjuna merupakan kompleks candi terbesar di dataran tinggi Dieng terletak di Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Dataran tinggi Dieng memang menyimpan banyak pesona dan keindahan alam. Perpaduan keindahanan alam pegunungan dengan keunikan candi-candi warisan kerajaan Mataram Kuno yang menempati lahan seluas 90 hektare. Dari beberapa kompleks candi, yang terluas adalah kompleks candi Arjuna.

Kompleks candi Arjuna yang berada di desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah terdiri dari beberapa candi yaitu Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra.

Kompleks Candi Arjuna ditemukan pertama kali oleh tentara Belanda bernama Theodorf Van Elf sekitar abad 18 dalam kondisi tergenang air. Lalu dilakukan penyelamatan oleh HC Cornellis yang berkebangsaan Inggris, 40 tahun kemudian. Usahanya dilanjutkan oleh orang berkebangsaan Belanda, bernama J Van Kimbergens.

Tempat Bersemayamnya Dewa Dewi

Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra merupakan Candi yang dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Sedangkan Candi Srikandi, dibangun untuk menyembah Trimurti (tiga Dewa) yaitu Syiwa, Brahma dan Wisnu. Karena hal inilah maka dataran tinggi Dieng sebagai tempat Dewa Dewi bersemayam.

Salah satu spot foto di Dieng

Dieng merupakan situs tertua di pulau Jawa yang menjadi salah satu daya tarik Kabupatenku yaitu Kabupaten Banjarnegara yang nanti pada tanggal 26 Februari 2020 akan memperingati hari jadi yang ke 449. ada moment-moment penting dan menarik yang dapat kita saksikan di kompleks Candi Arjuna ini, salah satunya adalah pelaksanaan anak gimbal. Anda tertarik, apa itu ruwatan anak gimbal?

 

Bersambung

About Author: Wartini, S.Pd. Bio

Avatar
Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Comment

News Feed