by

COVID-19 SEBAGAI SHOCKTERAPI TERJADINYA REVOLUSI DUNIA PENDIDIKAN

Membaca postingan mas Dosen Sulis Rokhmawanto, direktur Pasca Sarjana IAINU Kebumen tiga hari yang lalu di akun FBnya. Beliau menulis tentang Tantangan, Kemauan, dan Resolusi Pendidikan di era kehadiran virus covid-19 yang menggegerkan dunia ini.

Saya sebagai orang yang berada di ranah dunia pendidikan merasa tergelitik dan tertantang dengan perubahan yang sangat cepat terjadi di dunia pendidikan pada akhir-akhir ini. Dalam kondisi seperti sekarang ini pendidikan wajib hadir mengejawantahkan fungsinya secara cepat dan tepat.

Shock Terapi Pertama

Dunia pendidikan sebenarnya sudah mendapat shock terapi yang pertama, yaitu pada akhir tahun 2019 dengan adanya gebrakan “Merdeka Belajar” dari mas Menteri Pendidikan yang baru yaitu Nadiem Makarim. Yang kami rasakan saat pencanangan merdeka belajar ini sudah terasa harus ada perubahan besar di dunia pendidikan. Mas Menteri yang memiliki visi ke depan, yang menuntut para pelaku pendidikan mau berubah untuk upgrade diri.

Merdeka Belajar

Ada empat program sebagai kebijakan pendidikan nasional dengan istilah “merdeka belajar” meliputi:

  1. USBN diganti Ujian (asesmen)
  2. UN : Tahun 2020 akan dilaksanakan untuk yang terakhir kali, tahun 2021 UN akan diubah menjadi assesmen kompetensi minimal dan survei karakter meliputi literasi, numerasi dan karakter
  3. RPP dipersingkat hanya memuat 3 komponen yaitu tujuan pembelajaran, proses kegiatan pembelajaran, dan penilaian (asesmen); pembelajaran yang HOTS meliputi Critical Thingking, Creative, Colaboratif, Comunication
  4. Zonasi PPDB lebih fleksibel: minimal 50% zonasi, 15% afirmasi, 5 % perpindahan, sisanya 0-30% jalur prestasi

(Sumber dari SE Mendikbud RI nomer 14 tahun 2019)

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/surat-edaran-nomor-14-tahun-2019-tentang-penyederhaan-rencana-pelaksanaan-pembelajaran

Kebijakan Mendikbud

Sebenarnya SE Mendikbud ini sudah ditindaklanjuti oleh dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten. Terutama point nomer 3 tentang pembelajaran HOTS. Secara mandiri KKG maupun MGMP mengadakan pelatihan. Pelatihan guru dan Kepala Sekolah tentang penggunaan IT juga sudah dilaksanakan, dan secara bertahap untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Shock Terapi Yang Kedua

Masyarakat Indonesia bahkan dunia, kehadiran covid-19 ini banyak mengalami tekanan psikis, rasa ketakutan, perekonomian yang labil, dan dunia pendidikan sendiri dikagetkan dengan adanya perubahan budaya kumpul-kumpul di kelas menjadi virtualisme dan kemandirian belajar.

Institusi pendidikan baru memulai sekuat tenaga mengikuti kebijakan mas mentri yang punya visi ke depan dan kami berusaha untuk mengikuti kecepatan perubahan ini. Para guru sudah ada yang bisa mengikuti kecepatan perubahan ini, tetapi tidak sedikit yang masih di zona nyaman, santai-santai seperti di pantai.

Contohnya misalnya pembekalan guru di bidang IT untuk proses pembelajaran, adanya covid-19 ini guru dipaksa untuk menerapkan IT dalam pembelajarannya karena harus belajar, bekerja dari rumah. Kehadiran covid-19 inilah sebagai shock terapi yang kedua.

Siapakah Aku di Era Covid-19

Saat sekarang ini mau tidak mau guru harus menggunakan IT untuk memberi tugas siswa untuk belajar di rumah. Dan ini saya amati di lingkungan kerja terdekat saya, yaitu di sekolah muncul guru yang kreatif  dalam memberi tugas ke siswa. Inilah “the power of kepepet” muncul kreativitas yang luar biasa setelah kepepet.

Bapak Fajar Hari Santosa seorang guru IPA di SMPN 1 Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Saya bagikan tautan di youtobe tentang hasil belajar siswa dari rumah.

Di surat edaran menteri yang terkait ujian nasional, bahwa UN terakhir dilaksanakan tahun 2020 ini, dan tahun 2021 UN akan diubah. Tetapi kehadiran covid-19 menjadikan percepatan UN tahun ini sudah tidak ada lagi.

Kehadiran wabah covid-19 betul-betul sebagai shock terapi di bidang pendidikan agar semuanya harus siap selalu upgrade diri untuk menyesuaikan dengan perubahan yang begitu cepat ini. Perubahan yang sangat cepat, revolusi di dunia pendidikan yang terpaksa harus dilakukan lebih awal karena keadaan

 

Comment

News Feed