CEGAH STUNTING DENGAN GIZI SEIMBANG

Data tentang penderita stunting di Indonesia menunjukkan angka yang semakin menurun, tetapi belum standar WHO. WHO menetapkan batas toleransi stunting (bertubuh pendek) maksimal 20% dari jumlah balita yang ada. Sementara di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6 persen. Hal ini yang menyebabkan WHO menetapkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.

Permasalahan gizi buruk menyebar di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan (berdasarkan catatan Bappenas). Artinya, permasalahan stunting dan gizi buruk tidak hanya dialami masyarakat ekonomi lemah, namun juga masyarakat menengah ke atas. Ini pasti ada sesuatu yang salah, tidak sekedar masalah kemiskinan yang menjadikan status negara kita mengalami gizi buruk. Apa yang bisa kita lakukan, untuk bisa berkontribusi menangani masalah gizi buruk  ini? Kalau menurut saya bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Anda setuju untuk memulai hal ini?

Cegah Stunting Pada Anak

Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang dapat terjadi pada anak. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki perawakan pendek. Stunting bisa dicegah sejak dini, sejak masa kehamilan. Status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi merupakan faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting. Stunting dapat juga disebabkan oleh faktor genetik, sanitasi yang kurang baik, serta asupan gizi selama kehamilan.

Gejala Stunting Pada Balita

Tidak hanya tampak pendek, stunting juga berisiko mengganggu perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak. Selain itu stunting juga dapat meningkatkan resiko anak mengalami berbagai penyakit kronis ketika dewasa, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Gejala Stunting

Pada saat ini negara kita masih menghadapi masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang, dan masalah gizi berlebih atau salah gizi dengan resiko penyakit yang ditimbulkan. Kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak, dimulai sejak di dalam kandungan yang disebut 1000 hari awal masa pertumbuhan dan perkembangan anak (masa keemasan).

Cara mencegah terjadinya stunting, yaitu dengan asupan gizi seimbang pada ibu hamil, kemudian setelah bayi lahir, lanjutkan upaya pencegahan stunting dengan memberi ASI eksklusif selama 6 bulan untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Jangan tergoda dengan susu formula yang dari susu sapi. Kalau susu formula dari susu sapi, berarti makanan terbaik bagi bayi sapi. Hal ini yang harus disosialisasikan ke seluruh masyarakat. Kita juga bisa berperan dalam hal ini, yaitu dimulai dari keluarga sendiri.

Menu Makanan Bergizi Seimbang, Kunci Keberhasilan Mencegah Stunting

Beragam faktor lingkungan seperti kebersihan lingkungan , pola pemberian makan, dan angka kejadian infeksi pada anak juga berperan terhadap resiko stunting. Pastikan makanan yang diberikan pada si kecil telah dipersiapkan dengan baik, sehingga terjamin kebersihannya.

Gizi Seimbang

Hindari pemberian makanan instan pada anak. Sejak awal si anak mengenal makanan, kenalkan berbagai jenis makanan terutama sayur dan buah sehingga nantinya anak akan suka sayuran dan buah. Kalau anak sudah terbiasa mengonsumsi sayuran dan buah, maka untuk mengenalkan jenis makanan yang lain akan lebih mudah.

Nasi Dengan Semangkok Sayur dan Sebutir Telur

Saat ini sudah ada pergeseran tentang makanan sehat/makanan yang bergizi. Jargon tahun 80an menyatakan makanan sehat adalah makanan empat sehat lima sempurna. Menu empat sehat lima sempurna terdiri dari nasi, lauk, sayur, buah dan segelas susu. Sehingga ada anggapan bahwa yang bisa makan makanan sehat adalah orang yang berduit.

Menu sehat tidak harus mahal (nasi dengan semangkok sayur dan sebutir telur)

Tetapi kalau sekarang makanan sehat adalah makanan dengan gizi seimbang, yaitu terdiri dari sumber energi (karbohidrat), protein, lemak, vitamin, mineral dan serat dalam komposisi yang seimbang. Untuk menyediakan menu makanan seimbang pada keluarga tidak harus mahal harganya. Misalnya makan siang berupa nasi dengan semangkok sayur dan sebutir telur itu sudah memenuhi gizi seimbang.

Mari ikut berperan dalam pencegahan stunting pada anak-anak Indonesia. Mereka adalah generasi masa depan Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bisa kita mulai dengan berperan mencegah terjadinya stunting dimulai dari keluarga kita masing-masing. Memberi pemahaman tentang pentingnya makanan bergizi seimbang bagi ibu hamil, pemberian ASI ekskusif pada bayi, mengenalkan makanan alami pada bayi yang perlu makanan pendamping ASI, hindari makanan-makanan instan, menyajikan menu makanan seimbang bagi keluarga. Langkah  Anda ini ikut berperan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia di masa yang akan datang.

Facebook Comments
__Posted on
March 8, 2020
__Categories
Kesehatan
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *