7 JENIS BUBUR JAWA YANG MEMILIKI MAKNA FILOSOFI TINGGI WARISAN PARA LELUHUR

Dalam dunia kuliner bubur adalah jenis makanan yang dimasak dengan cara merebus bahannya sampai menjadi sangat lunak. Makanan ini lembek dengan komposisi bahan padat lebih sedikit dibandingkan bahan cairnya.

Sebenarnya makanan bubur ini ada juga di berbagai negara, dengan ciri khas , sejarah dan makna filosofinya masing-masing. Ada berbagai macam jenis bubur tergantung bahan yang digunakan untuk membuat bubur dan daerah asal dari bubur tersebut.

7 jenis bubur Jawa yang akan saya sampaikan makna filosofinya adalah meliputi bubur merah putih, bubur sumsum, bubur candil, bubur suro, bubur ketan hitam, bubur lemu dan bubur kacang hijau.

Bubur terbuat dari beras atau kacang-kacangan dan bahan lain yang direbus. Bubur telah menjadi kuliner khas Jawa sejak zaman dahulu. Beberapa sumber mengatakan bahwa bubur Jawa sudah ada sejak sebelum kedatangan Islam, bahkan sebelum Hindu dan Budha.

Bubur Jawa

Sejarah dan Makna Filosofi Bubur Jawa

Nenek moyang orang Jawa sudah mengenal konsep ketuhanan sejak dulu sebelum kedatangan ajaran Islam bahkan sebelum zaman Hindu Budha. Kepercayaan asli orang Jawa disebut “kapitayan”. Suatu kepercayaan dan filosofi akan adanya dzat yang Maha Kuasa yang menguasai segala sesuatu.

Keberadaan bubur memiliki makna yang berbeda antara orang Cina dan orang Jawa. Orang Cina memaknai bahwa bubur itu perlambang kemiskinan, sedangkan orang Jawa memaknainya sebagai pemerataan dan kebersamaan. Karena kalau dilihat dari cara memasak bubur ini adalah dari bahan padat (bisa beras, kacang-kacangan) dengan komposisi lebih kecil dibandingkan dengan bahan cairnya (air, santan) yang lebih banyak sehingga menghasilkan tekstur bubur yang lembek dan dalam jumlah banyak.

Hal inilah yang dimaknai berbeda, dengan bubur lebih encer yang berasal dari bahan padat yang sedikit menghasilkan bubur yang banyak sehingga bisa dinikmati oleh orang dalam jumlah banyak. Hal ini kalau orang Jawa dimaknai sebagai kebersamaan.

Keberadaan berbagai macam bubur Jawa untuk acara selamatan merupakan sikap masyarakat Jawa untuk kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa atas segalanya. Berikut penjelasan makna serta filosofi dari masing-masing jenis bubur.

1. Bubur Merah Putih (abang putih)

Bubur merah putih disebut juga bubur sengkolo. Berbahan dasar beras, gula jawa, dan kelapa. Kalau bubur yang berasal dari beras ditambahkan gula jawa maka akan menjadi bubur merah sedangkan kalau dicampur dengan kelapa parut akan menjadi bubur putih.

Bubur Merah Putih

Filososi Dibalik Cara Penyajian Bubur Merah Putih

Masyarakat suku Jawa yang meliputi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY dengan berbagai bahasa dan budaya yang tetap lestari di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap kebudayaan dan tradisi yang ada di masyarakat Jawa memiliki makna dan filosofi yang mendalam tentang kehidupan manusia ini.

Hal ini termasuk tradisi selamatan menggunakan hidangan bubur merah putih pada acara selamatan menyambut kelahiran anak. Bubur merah putih merupakan simbol asal usul kehidupan manusia di dunia ini yaitu tercipta dari pertemuan antara telor dari ibu dengan sperma dari bapak. Warna merah melambangkan warna telor dan warna putih melambangkan sperma.

Cara penyajian bubur merah putih di daerah Jawa terdapat lima versi, yaitu seperti yang saya jelaskan di bawah ini.

Versi pertama

Bubur merah disajikan dengan komposisi setengah bubur merah dan setengah bubur putih. Versi ini memiliki filosofi agar anak yang dilahirkan mewarisi sifat setengah dari sifat bapaknya dan setengah dari ibunya.

Versi kedua

Disajikan dengan bubur merah yang dominan diletakkan dulu dipiring, selanjutnya di atasnya diberi sedikit bubur putih. Penyajian ini memiliki filosofi agar anak yang dilahirkan kelak dominan mewarisi sifat ibunya yang lembut dan sedikit sifat seorang pekerja keras dari bapaknya.

Versi ketiga

Yang ketiga disajikan dengan bubur putih yang dominan kemudian di atasnya diberi sedikit bubur merah. Penyajian semacam ini memiliki filosofi agar anak yang dilahirkan mewarisi sifat pekerja keras seperti bapak dan sedikit kelembutan hati dari ibunya.

Versi keempat

Selanjutnya untuk versi yang keempat, bubur yang disajikan hanya bubur merah saja. Penyajian ini memiliki filosofi dan pengharapan kelak anaknya memiliki karakter lembut dan penyayang seperti ibunya.

Versi kelima

Versi yang terakhir, bubur disajikan hanya menggunakan bubur putih saja. Filosofi dari penyajian yang seperti ini agar anak yang dilahirkan mewarisi sifat pekerja keras dan pantang menyerah seperti bapaknya.

Silahkan pilih cara penyajian bubur merah putih, disesuaikan dengan pengharapan kedua orang tuanya terhadap sang anak.

Bubur Sengkolo, Versi lain dari Bubur Merah Putih

Bubur merah putih ini ada yang menyebutnya sebagai bubur sengkolo atau tolak balak. Hal demikian telah ada pada mayarakat Jawa kuno jauh sebelum agama masuk ke tanah Jawa.

Bubur sengkolo ini adalah wujud sikap kembali ke fitrah dan kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia berserah diri kepada Tuhan diberi keberkahan dan keselamatan. Dalam perkembangannya saat anjaran agama Islam masuk ke tanah Jawa , selamatan dengan bubur merah putih ini disesuaikan, utamanya bacaan doa yang dilantunkan sesuai tuntunan agama Islam. Namun tetap tidak mengubah keberadaan bubur ini dalam hidangan selamatan.

Kepopuleran bubur merah putih ini sampai ke negara tetangga yaitu salah satunya negara Malaysia. Sajian ini dapat ditemui di kawasan pemukiman keturunan Jawa, khususnya di Selangor dan Johor. Bubur ini selalu disajikan di acara selamatan atau istilah di negara Malaysia disebut majlis kenduri.

Resep Membuat Bubur Merah Putih

Bubur merah putih dengan tekstur yang lembek dan mudah untuk dicerna ini bisa menjadi alternatif menu makanan bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan. Jadi membuat bubur merah putih tidak hanya akan digunakan untuk acara selamatan, tapi bisa dibuat sewaktu-waktu untuk dikonsumsi sehari-hari

Berikut saya sajikan cara membuat bubur merah putih yang gurih dan nikmat sebagai alternatif menu.

Bahan:

250 gr beras

1,5 liter air

5 lembar daun salam

2 lembar daun pandan

1 liter santan

1/4 kg gula jawa (gula merah)

2 sdt garam

Cara membuat :

  1. Rebus dengan daun salam, daun pandan sampai lunak.
  2. Masukkan santan dan garam, aduk terus sampai bubur mengental dan halus, angkat dan pindahkan setengah dari bubur yang sudah jadi ke tempat lain. Selanjutnya sisa bubur yang masih di tempat untuk memasak ditambahkan gula jawa yang sudah disisir halus, dimasak lagi sambil diaduk-aduk sampai gula merata lalu angkat.
  3. Hidangkan dengan versi sesuai yang Anda sukai

 

2. Bubur Sungsum (Bubur Blowok)

Bubur sungsum termasuk salah satu bubur Jawa yang sangat dikenal masyarakat. Bubur yang terbuat dari tepung beras, dimasak hingga mengental dengan santan dan dituangi gula jawa yang dicairkan yang disebut juga “juruh

Namun ternyata hidangan bubur sumsum bukan hanya sekedar hidangan manis yang lezat, namun juga memiliki sejarah dan filosofi yang berkaitan erat dengan budaya dan tradisi Jawa.

Bubur Sumsum

Makna Filosofi Bubur Sumsum

Bubur sumsum terdiri dari dua komponen yaitu bubur putih yang terbuat dari tepung beras dan juruh yang manis dari gula jawa yang dicairkan. Warna putih dari bubur sumsum ini memiliki makna filosofi kebersihan hati, pikiran (keikhlasan). sedangkan rasa manis menunjukkan kesejahteraan, kebahagiaan dan rasa syukur atas semua karunia Allah.

biasanya bubur sumsum disajikan untuk para tetangga yang telah selesai membantu pekerjaan dalam acara-acara besar, misalnya pernikahan, sunatan dan yang lainnya. Sesuai makna simbolisnya bubur sumsum ini dibuat untuk disantap bersama-sama dengan tujuan bisa membantu melepas lelah setelah bekerja keras dan manisnya gula jawa membantu mengembalikan energi bagi orang yang menyantapnya.

Hingga saat ini bubur sumsum masih sering disajikan untuk para tetangga yang membantu kelancaran acara besar keluarga. Sikap gotong royong para tetangga ini dibalas oleh tuan rumah dengan semangkok bubur sumsum yang dinikmati secara bersama-sama dengan banyak orang sihingga terjalin silahturahmi dengan tetangga.

Resep Membuat Bubur Sumsum Yang Manis dan Gurih

Bubur sumsum tidak hanya jadi menu sarapan untuk asupan tenaga pada waktu pagi, tetapi juga memiliki makna filosofi yang tinggi di dalam tradisi Jawa. Berikut saya sajikan resep untuk membuat bubur sumsum yang sangat mudah dan praktis.

Bahan bubur :

150 gr tepung beras (berasal dari beras yang pulen)

1 sdt garam

2 lembar daun pandan, dibuat simpul

750 ml santan kental

Bahan juruh (kuah gula jawa)

200 gr gula jawa (gula merah) disisir halus

100 ml air

Cara membuat :

  1. Santan dibagi menjadi 2 ditempatkan di wadah yang berbeda, yang satu wadah direbus bersama daun pandan sampai mendidih. Sementara itu masukkan tepung beras dan garam ke santan di wadah yang lain, aduk sampai tepung larut.
  2. Larutan tepung beras bersama santan tadi dimasukkan secara pelan-pelan ke dalam santan yang sedang mendidih, aduk-aduk sampai mengental
  3. Jika sudah mengental, aduk lagi beberapa saat supaya bubur sumsum ini betul-betul matang (tanek istilah Jawanya). Angkat dan dinginkan.

Cara membuat juruh (kuah) sangat mudah. Masukkan gula merah yang disisir halus ke air lalu rebus sampai mengental. Juruh ini sebagai pelengkap sajian bubur sumsum.

Saran Penyajian:

Ambil beberapa sendok bubur putih, letakkan di mangkok saji lalu tuang kuahnya (juruh) secukupnya sesuai selera Anda. Silahkan Anda nikmati bubur sumsum yang manis gurih ini sebagai asupan energi sebelum Anda melakukan aktivitas.

Mungkin karena aktivitas Anda padat, maka bisa menikmati bubur Jawa ini di warung yang khusus menyediakan sajian ini. Ada juga yang dijual secara keliling di sekitar perumahan saat pagi hari.

 

3. Bubur Candil (Bubur Cenil/Cethil)

Bubur candil adalah bubur yang berbahan dasar tepung beras ketan. Strukturnya yang lembut dan manis gurih sangat cocok sebagai menu berbuka puasa. Bubur ini hampir selalu ada sebagai hidangan pembuka berbuka puasa (ta’jil) di bulan Puasa.

Bubur Candil

Filosofi Wujud Syukur Dan Kebahagiaan Bersama

Istilah candil sendiri merupakan bulatan-bulatan kenyal yang terbuat dari tepung ketan putih. Bubur candil ini biasanya menjadi hidangan utama saat acara selamatan waktu memulai panen. Saat memulai panen padi, panen palawija (misalnya kedele, kacang tanah) orang Jawa mengadakan selamatan sebagai wujud syukur atas karunia Tuhan atas hasil pertanian yang diperoleh. Bubur ini dinikmati bersama dengan orang-orang yang bekerja memanen hasil pertanian.

Selain hal di atas bubur candil juga dihidangkan untuk calon pengantin sebelum acara pernikahan digelar. Filosofinya dengan hidangan bubur candil yang manis dan gurih ini sebagai sumber tenaga bagi calon pengantin yang sedang mempersiapkan acara pernikahan dan juga persediaan tenaga untuk prosesi berikutnya setelah menikah.

Selain itu bubur candil biasanya hadir sebagai menu utama hidangan acara tujuh bulanan kehamilan cara adat Jawa. Candil yang terbuat dari bulatan-bulatan dari tepung beras ketan, santan dan gula merah (gula Jawa).

Semua bahan yang untuk membuat bubur candil merupakan sumber energi yang tinggi. Semua itu sangat dibutuhkan wanita yang sedang hamil. Dengan mengkonsumsi bubur candil ini, yang sedang hamil tercukupi asupan makanan sumber energi untuk persiapan melahirkan.

Bahan-bahan Untuk Membuat Bubur CANDIL

Resep Membuat Bubur Candil Yang Sangat Praktis

Untuk Anda yang tidak memiliki cukup waktu untuk mencoba membuat bubur candil, maka tidak usah khawatir, karena resep berikut yang saya sajikan sangat praktis.

Bahan-bahan:

Bahan bubur:

25 gram tepung beras

50 gram tepung beras ketan putih

150 gram gula merah, disisir halus

100 ml santan untuk melarutkan tepung

1/2 sendok teh garam

5 lembar daun pandan, dibuat simpul

1.000 ml air

 

Bahan candil:

150 gram tepung beras ketan

1/2 sendok teh garam

150 ml air hangat

 

Bahan Saus santan

600 ml santan kental (dari 1 butir kelapa)

1/2 sendok teh garam

1 lembar daun pandan

 

Cara membuat candil:

  • Tepung ketan dan garam diaduk rata, kemudian tuang air hangat sedikit demi sedikit diaduk sampai rata. Ambil adonan, bentuk bulat sebesar kelereng dan sisihkan.

Cara membuat bubur:

  • Larutkan tepung ketan, tepung beras dalam santan aduk sampai rata dan sisihkan.
  • Rebus air, gula jawa, daun pandan, dan garam sambil diaduk hingga mendidih dan gula jawa larut. Masukkan candil yang sudah dibentu bulat-bulat masak hingga terapung. Kemudia tambahkan larutan tepung ketan dan tepung beras sambil terus diaduk hingga mengental dan matang.

Cara membuat saus santan:

  • Rebus santan kental, gara, dan daun pandan sambil terus diaduk dan mendidih.

Cara penyajian bubur candil:

Ambil bubur diletakkan di mangkok saji, siram dengan saus santan. Perpaduan Bubur candil yang manis dan saus santan yang gurih siap untuk disantap.

Pilihlah beras ketan yang berkualitas bagus,untuk mendapatkan hasil candil yang kenyal dan bulat sempurna.

Facebook Comments
__Posted on
February 19, 2019
__Categories
kearifan lokal
Avatar

Author: Wartini, S.Pd. Bio

Guru Go Blog, hobi menulis buku. Suka tantangan, penyuka kopi hitam. Seorang ibu dari 2 anak. Melalui blog ini berbagi inspirasi untuk kalangan guru dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *